[Autumn: Lady of The Night] Chapter 4


Autumn: ℒady ℴf the Night
by: Andelle/Han

Main cast:
EXO’s Oh Sehun, OC’s Alexa Kim and Kris Wu
Additional Cast:
EXO’s Byun Baekhyun and Kim Jongin
OC’s Jung Yunhee, Lee Hyena and Choi Hana

A Thriller, Suspense, Tragedy, Romance, and Psycho story
PG-17 rated  ¶  Chaptered length

Credit Poster: Hyunleea@ Indo Fanfiction Arts

DISCLAIMER
We just own the plot and the original character. This is Andelluhan & Byunhunnie second fanfict collab in our Season Fanfict Project―Every season has their own story. Previous series has been done for you [Summer: Mirage], you can find that on HERE.Now we come with a new story on new season; Autumn. So, enjoy the Autumn! And there’s no element of plagiarism in this story. Copy this story without any credit and/or our own permission is prohibited.

COPYRIGHT©2016 ANDELLUHAN & BYUNHUNNIE ALL RIGHT RESERVED

HAPPY READING
◊◊◊◊◊

#Teaser 1 || #Teaser 2 || #Chapter 1 || #Chapter 2 || #Chapter 3 || [NOW] #Chapter 4

#4: Sleep Well, My Baby.

“Astaga, Kris, kau benar. Lawan bermain kita benar-benar menarik, pergerakannya sangat cepat. Dia langsung pergi menuju Myeongdong setelah aku mengirimkannya pesan itu.”

Kris tersenyum miring mendengar pernyataan Jongin yang ada di hadapannya lalu meneguk cairan berwarna merah yang ada di gelasnya itu. Saat ini, dunia tengah berpusat padanya.

“Wajah Oh Sehun bahkan sempat pucat ketika aku meletakkan kotak itu di atas mejanya dan berlari dengan kecepatan tinggi untuk pergi ke Myeongdong. Aku jadi penasaran, seberapa penting gadis itu bagi Sehun?”

Choi Hana hanya diam dan menatap kedua rekannya dengan tatapan nanar, terutama pada Jongin yang duduk tepat di depannya. Seakan tahu ada sepasang mata yang tengah menatapnya, Jongin langsung menoleh ke arah Hana dan menatap gadis itu dengan tatapan tak suka.

“Meskipun bagi Sehun gadis itu tidak penting, tapi tetap saja Sehun merasa punya kewajiban untuk melindungi gadis itu, bukan?” kata Kris.

“Tapi aku berani bertaruh bahwa Sehun amat mencintai gadis itu. Adegan ketika Sehun masuk ke dalam apartemen Alexa dan mencari-cari gadis itu ke seluruh ruangan dengan wajah cemas kemarin benar-benar menghiburku,” ujar Hana.

Jongin menghela napasnya dan kembali menatap foto Alexa yang ada di genggamannya. “Tch, padahal aku sudah mempersiapkan pisau terbaikku untuknya hari ini. Aku bahkan sudah mengasahnya menjadi lebih tajam dari kali terakhir aku menggunakannya. Tapi ternyata, Sehun lebih cepat dari apa yang kubayangkan.”

“Bersabarlah, Jongin,” kata Hyena sambil menatap Jongin yang masih melihat cetakan sosok Alexa di selembar kertas foto yang mengkilap.

“Kau bahkan bisa mendapatkan gadis itu jika kau mau, Kim Jongin. Karena yang aku inginkan hanyalah melihat Sehun menderita. Ia harus membayar semua hal yang sudah ia lakukan” ujar Kris dingin.

Suara ketukan pintu berhasil mengalihkan perhatian keempat orang itu. Seorang gadis dengan celana jeans dan kemeja warna biru gelap masuk dan langsung membungkukkan badannya lalu berjalan mendekat.

Gadis itu menatap satu per satu wajah keempat orang yang tengah duduk di hadapannya kini. Kris langsung menyunggingkan senyumnya ketika mata mereka berdua saling bertemu.

“Annyeonghaseyo, Jung Yunhee imnida.”
-[Autumn: Lady of The Night]-

WHEN LOVE PRESENT BY BLOOD
“Ya! Oh Sehun, bisa kau jelaskan kenapa aku harus diam di sini sekarang?” omel Alexa begitu mereka sampai di dalam apartemen. Sehun tak menjawab dan malah langsung mendorong tubuh Alexa menuju sofa dan mendudukkannya di sana.

“Tidur saja seharian. Nanti aku bangunkan jika aku sudah pulang,” jelas Sehun dengan kedua tangannya yang masih menahan pundak Alexa untuk tetap duduk dengan tenang.

“Tsk, dasar otoriter!”

Sehun menghela napasnya lalu berbalik dan menyalakan televisi, mengambil camilan dan minuman dingin dan meletakkannya di hadapan Alexa yang tengah memasang wajah super cemberut.

“Nah, pegang ini” kata Sehun sambil menaruh remot TV di tangan Alexa dan mengepalkannya dengan paksa. “Nikmati waktu luangmu, Nona.”

“Aku membencimu, Oh Sehun.”

Alexa menyandarkan punggungnya pada sofa dan mengalihkan pandangannya pada televisi yang sedang memutar acara berita. Sehun tersenyum kecil dan berniat untuk kembali ke kantornya. Namun sebuah pemandangan tak biasa berhasil menahannya.

“Aku tak pernah melihat boneka itu sebelumnya,” kata Sehun sambil melihat ke arah sebuah boneka beruang warna putih berukuran sedang yang ada di buffet dekat televisi.

“Tentu saja karena aku baru menerimanya kemarin.”

Sontak Sehun membulatkan matanya dengan sempurna. Kaget akan jawaban yang dilontarkan Alexa, “Kemarin?”

“Iya. Kemarin tukang pos datang membawakan paket untukku. Dan isinya boneka itu. Aku tak tahu siapa yang mengirimnya. Apa mungkin salah seorang penggemar rahasiaku, ya?” Alexa sedikit beringsut dan menghadap ke arah Sehun. “Kalau menurutmu siapa, Oh Sehun?”

Sehun diam. Mencerna semua hal yang sudah bisa ia tangkap dengan nalarnya sekarang. Pantas saja kemarin kotak itu sudah kosong karena Alexa langsung menaruh isinya―boneka di buffet. Tapi, kenapa isinya begitu berbeda? Ok, mari kita luruskan. Jadi, kenapa Sehun mendapat surat ancaman sedangkan Alexa mendapatkan boneka tersebut?

Kalau si misterius itu ingin membunuh Alexa, kenapa dia memberi gadis itu sebuah boneka? Bukannya sebuah bom atau apalah?

Apa si misterius itu suka dengan Alexa dan berniat merebutnya dari Sehun yang jelas-jelas adalah tunangan Alexa?

Apa benda ini berbahaya?

Sehun memeriksa seluruh bagian dari boneka itu. Tidak ada yang aneh. Boneka ini boneka beruang biasa. Dengan bulu lembut warna putih dan pita di lehernya yang berwarna merah jambu, boneka beruang itu benar-benar tampak manis. Ditambah dengan senyumnya dan mata bulat hitamnya yang terlihat sangat jernih.

“Untuk apa kau memperhatikannya, Sehun? Kau suka boneka, ya?” tanya Alexa dengan nada mengejek sembari menampakkan ekspresi merendahkan paras Sehun yang seperti om-om itu.

“Aku ini laki-laki sejati, mana mungkin suka boneka seperti ini. Aku hanya memeriksa apakah ini berbahaya atau tidak,” elak Sehun sambil tetap memperhatikan ke wajah boneka itu. Instingnya mengatakan bahwa boneka ini tidak aman mengingat pengirimnya hampir berusaha membunuh gadis itu.

“Apanya yang berbahaya dari sebuah boneka beruang? Jangan mengada-ngada dan kembalilah bekerja, Oh Sehun!”

Sehun tidak menggubris ucapan Alexa. Ia terus menatap ke arah mata boneka beruang itu. Sepertinya, ia melihat mata boneka itu bergerak.

“Kau sudah lebih dari lima belas menit menatap wajah boneka itu. Apa kau benar-benar suka?” tanya Alexa heran. Namun, Sehun tak menjawab dan malah asyik memperhatikan wajah boneka beruang itu. “Kalau kau suka, aku bisa membelikannya untukmu yang persis seperti itu.”

Sepersekian detik kemudian, mata Sehun membulat hebat. Tidak salah lagi! Sehun benar-benar melihat mata boneka itu bergerak, ia juga melihat ada sebuah titik cahaya warna merah di bagian tengahnya. Dengan gerakan cepat, ia menarik mata boneka itu hingga terlepas.

“Ya! Kenapa kamu merusak bonekaku?!” Alexa segera beranjak dari duduknya dan mengambil boneka beruang putih itu dengan gerakan kasar.

Dasar Sehun! Jika dia benar-benar menyukai dan menginginkan boneka semacam ini, ia bisa membelinya sendiri dan bukan malah merusak boneka kepunyaannya! Dia ‘kan punya banyak uang, dan membeli sebuah boneka beruang seperti ini bukanlah perkara sulit. Sehun bahkan bisa membeli semua boneka beruang yang ada di seluruh kota Seoul jika dia mau.

Alexa mendengus kesal dan menatap Sehun dengan wajah masam, lalu mengalihkan pandangannya pada wajah bonekanya yang kini tidak lagi manis. Dan, astaga! Alexa langsung terperanjat kaget menyaksikan apa yang bisa ia lihat dengan mata kepalanya saat ini. Wajahnya yang tadinya kesal berubah menjadi terkejut saat melihat ada sebuah kamera di balik mata boneka itu.

“Ada orang yang sedang mengamatimu saat ini, Alexa,” ucap Sehun seraya menghembuskan nafas dengan berat. Baru kali ini ia dihadapkan oleh seseorang yang secara terang-terangan ingin membunuh salah satu orang kesayangannya dengan alasan yang sama sekali  tidak ia ketahui. Ia bahkan tidak tahu siapa orangnya. Yang ia tahu hanya orang itu kini berbahaya untuk Alexa, juga dirinya.

“Apa dia berbahaya?”

“Ya, bisa dibilang begitu” ucap Sehun dengan nada yang terdengar sedikit bimbang.

“Apa yang akan dia lakukan padaku?” ucap Alexa sambil menatap tepat di mata Sehun. Suaranya terdengar bergetar, matanya mulai berkaca-kaca.  Ini kali pertama Sehun melihat wajah Alexa yang sesendu rembulan. Dan, Sehun tak menyukainya. “Apa mereka akan menyakitiku?”

Sehun lagi-lagi mengambil nafas berat. Menyadari bahwa situasi yang kini ada di hadapan mereka benar-benar berat. “Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan padamu.”

Alexa menundukkan pandangannya, ia benar-benar takut saat ini. Seseorang tengah berusaha melakukan sesuatu yang buruk kepadanya. Orang itu bahkan mengamatinya. Bahkan, Alexa merasa ia masih diamati saat ini.

Mata gadis itu menatap kamera yang ada di mata boneka itu lalu menjatuhkannya dengan kasar hingga wajah boneka itu mencium lantai apartemennya.

“Tidak apa. Kau tak perlu khawatir. Aku akan melindungimu―i promise you.” Sehun mendekat ke arah Alexa dan memeluknya erat. Ia mengelus puncak kepala Alexa dengan lembut. Berharap itu akan mengurangi ketakutan Alexa. Sehun tersenyum tipis saat merasakan tangan Alexa yang mulai melingkar di pinggangnya dan kepala Alexa yang mengangguk pelan.

Sehun akan menemukan orang itu. Bagaimanapun caranya.
-[Autumn: Lady of The Night]-

WHEN LOVE PRESENT BY BLOOD
Baekhyun duduk terdiam di sebuah kafe. Ia menatap sosok laki-laki jangkung yang kini berada di hadapannya. Suasana kafe yang tengah sepi mendukung suasana tegang yang menyelimuti mereka berdua. Entah kenapa, padahal biasanya orang-orang ramai datang ke kafe kala musim gugur seperti ini.

Dan berulang kali dalam diam, Baekhyun memaksa otaknya untuk berpikir dan terus menganalisa hingga ia benar-benar menemukan jalan buntu dalam otaknya. Baekhyun mengambil cangkir kopinya yang menyebarkan aroma khas. Menyesapnya perlahan, menikmati rasa pahit dan manis yang ada di mulutnya. Dengan tenang, Baekhyun meletakkan kembali cangkir kopinya dan menatap Sehun dengan senyum tipis di wajahnya.

“Aku tidak tahu apakah tebakanku ini benar atau tidak, Oh Sehun.”

“Aku bukan datang untuk mendengarkan tebakanmu, Baek.” Sehun menatap Baekhyun dengan kesal karena bukan itu alasan mengapa ia mengajak Baekhyun bertemu hari ini.

Ia datang untuk meminta pertolongan dari Baekhyun untuk memecahkan masalahnya dengan orang itu. Ia memilih Baekhyun bukan hanya karena Baekhyun adalah salah satu sahabat dekatnya, tapi juga karena Baekhyun adalah salah satu detektif yang telah menyelesaikan beberapa kasus sulit dengan sempurna. Semua orang tahu itu.

Tak ayal jika banyak para petinggi yang meminta bantuannya dalam menyelesaikan sebuah masalah pribadi. Yah, Baekhyun memang hebat―dan mungkin saja suatu saat nanti Presiden Korea Selatan meminta bantuannya untuk menyelidiki Korea Utara―walaupun ia juga terkenal sebagai seorang detektif yang terlihat terlalu santai dan suka bercanda.

Baekhyun tertawa pelan. Dia tahu betul jika sahabatnya yang satu ini memang agak susah diajak bercanda jika sudah terlalu serius seperti saat ini. Tidak seperti Chanyeol yang selalu saja mudah diajak bercanda di situasi kapanpun dan dimanapun, membuat Baekhyun benar-benar click dengannya. “Aku pikir aku tahu siapa orang yang mengancam akan membunuh Alexa itu.”

“Ck, kau bahkan tidak tahu siapa yang menelponku waktu itu” ucap Sehun dengan nada datarnya.

“Ya, memang aku belum tahu pasti siapa dia. Tapi, aku kini juga tengah menyelidiki sebah kasus yang mungkin berhubungan dengan masalahmu ini. Aku akan berusaha menyelidikinya,” ucap Baekhyun yang kini kembali menyesap kopinya.

“Beritahu aku setiap perkembangannya. Aku mempercayaimu,” ucap Sehun.

“Tentu saja. Dan tolong jaga Alexa dengan baik. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya. Rival kita saat ini sudah sangat berpengalaman. Kau harus berhati-hati dalam bertindak dan kumohon kau bisa jadi lebih protektif,” ucap Baekhyun sambil mengemas barang-barangnya.

“Aku mengerti.”
-[Autumn: Lady of The Night]-

WHEN LOVE PRESENT BY BLOOD
Sehun sudah kembali berada di apartemen Alexa. Hari ini, ia akan menuruti nasihat Baekhyun untuk menjaga Alexa. Pekerjaannya ia serahkan sepenuhnya pada salah satu karyawan terpercayanya. Bukan Oh Sehun namanya jika tidak bisa melalang buana sesuka hati meski banyak pekerjaan yang menumpuk di meja kerjanya.

Suasana dalam apartemen benar-benar berbeda. Meskipun keamanan gedung apartemen mewah ini sangat baik, tapi tetap saja Sehun merasa bahwa mereka berdua tidak terlalu aman. Dimanapun mereka berada, akan sama saja. Orang itu pasti akan tahu keberadaan mereka. Sehun sedikit lega karena boneka beruang itu sudah ia hancurkan hingga kameranya rusak. Dan kini boneka yang semula manis itu harus rela berkumpul bersama sampah-sampah lainnya di tempat pembuangan sampah.

Sehun tersenyum tipis saat melihat Alexa tengah tertidur di sofa dengan TV yang masih menyala. Yah, Alexa pasti ketiduran saat sedang menontonnya tadi. Atau mungkin saja Alexa sengaja menghidupkannya agar suasana di dalam apartemennya tidak terlalu senyap―setidaknya itu akan mengurangi rasa khawatirnya.

Sehun meraih remote yang tergeletak di atas meja dan mematikan TV itu lalu mendudukkan dirinya di atas karpet warna abu-abu. Lelaki itu menatap wajah Alexa yang tepat berada di hadapannya. Menyingkirkan beberapa helai rambut dari wajah cantik gadisnya. Mengelus rambutnya dengan hati-hati agar tidak membuatnya terbangun.

Wajah Alexa benar-benar damai. Membuat Sehun betah berlama-lama untuk menatapnya. Sehun mengecup bibir Alexa selama beberapa saat. Lalu mengarahkan bibirnya menuju telinga Alexa dan berbisik, “Don’t worry. I will protect you. Sleep well, my baby.”

To be Continued

Annyeong yeorobun ^^

We hope you like the story

Don’t forget to comment and like the post

Bye!

12 respons untuk ‘[Autumn: Lady of The Night] Chapter 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s