[Autumn: Lady of the Night] Chapter 1

Lady of the Night.png

Autumn: Lady of the Night

by: Andelle/Han

 

Main cast:

EXO’s Oh Sehun, OC’s Alexa Kim and Kris Wu

Additional Cast:

EXO’s Byun Baekhyun and Kim Jongin

OC’s Jung Yunhee, Lee Hyena and Choi Hana

 

A Thriller, Suspense, Tragedy, Romance, and Psycho story

PG-17 rated  ¶  Chaptered length

 

Credit Poster:  Hyunleea Indo Fanfictions Arts

 

DISCLAIMER

We just own the plot and the original character. This is Andelluhan & Byunhunnie second fanfict collab in our Season Fanfict Project―Every season has their own story. Previous series has been done for you [Summer: Mirage], you can find that on HERE.Now we come with a new story on new season; Autumn. So, enjoy the Autumn! And there’s no element of plagiarism in this story. Copy this story without any credit and/or our own permission is prohibited.

COPYRIGHT©2016 ANDELLUHAN & BYUNHUNNIE ALL RIGHT RESERVED

HAPPY READING

◊◊◊◊◊◊

 

 

 

#Teaser 1 || #Teaser 2 || [NOW] #Chapter 1

#1: If you say love, I’ll say love too

 

Angin musim gugur menerpa wajah tampannya. Suara musik jazz mengalun dengan lembut, menambah kesan damai yang meringkuk dalam atmosfer pagi ini. Cahaya matahari bersinar hangat selayaknya musim gugur yang indah.  Sehun memejamkan mata, menikmati paginya yang damai. Ia selalu suka berlama-lama duduk di balkon kamarnya sambil membaca sebuah buku tebal atau koran. Ia lebih memilih untuk menghabiskan waktunya di balkon kamarnya daripada di klub yang penuh dengan suara berisik. Entah kenapa, sahabatnya―Baekhyun sangat menyukai suasana klub dan selalu mengajaknya ke sana jika ia memiliki waktu luang.

Ya, beberapa menit lalu Baekhyun menelpon Sehun untuk menawari hal itu. Tentu saja Sehun menolaknya karena satu alasan: ia lebih suka ketenangan. Jarang sekali ia bisa mendapatkan hari libur di sela-sela jadwal padatnya sebagai CEO salah satu perusahaan ternama Korea. Tentu ia akan super-duper me-manage waktu yang bahkan rasanya lebih berharga dibanding berlian itu sebaik mungkin. Sehun tak habis pikir dengan sahabat masa SMA-nya itu yang suka sekali pergi dan menghabiskan waktunya di klub. Seorang detektif di klub? Oh, ayolah.

 

Ting tong

 

Bunyi bel membuat lelaki itu mendengus sebal. Manusia jenis mana yang berani mengganggu pagi harinya yang tenang? Ia ingat bahwa tidak ada tamu yang akan datang berkunjung. Lagipula, Baekhyun bukan jenis manusia yang akan datang langsung jika ajakannya ditolak oleh seseorang.

 

Ting tong

 

Ting tong

 

Ting tong

 

“Apa ia tidak bisa bersabar?” gerutu Sehun sambil mempercepat langkahnya dan mematikan radio yang memutar lagu jazz kesukaannya. Oh, manusia jenis itu memang harus dibunuh karena sudah merusak suasana pagi yang damai miliknya.

Setelah sampai di pintu depan, Sehun menekan tombol untuk mengaktifkan layar intercom. Layar itu lalu menampilkan wajah seorang gadis dengan raut wajah kesal sedang menekan-nekan bel seolah itu adalah mainannya. Gadis itu juga sesekali memukul-mukul pintu apartemen mewah Sehun. Sorot matanya hanya tertuju pada pintu yang ada di hadapannya. Jangan lupakan mengenai kata-kata umpatan yang meluncur dari bibir gadis itu.

Sehun menghela napas panjang melihat aksi bar-bar gadis itu. Dengan terpaksa, ia membuka pintu apartemennya dan segera disambut dengan pukulan keras di lengannya, bukan pelukan hangat yang biasanya mewarnai drama picisan televisi di akhir pekan. Klise.

“Laki-laki seperti apa kau ini, huh? Kau membuat seorang perempuan yang sangat cantik sepertiku ini menunggu terlalu lama hanya untuk dibukakan pintu sialan itu. Kau harus memperbaiki sikapmu, Oh Sehun!” ucap gadis itu masam lalu langsung masuk ke dalam apartemen tanpa menunggu izin dari pemiliknya. Sehun yang menjadi korban pukul dan omelan gadis menatap kepergiannya dengan nanar. Ia segera menutup pintu apartemennya, lalu ikut masuk ke dalam apartemen. Oh, lihatlah! Kini gadis itu tengah membawa sebungkus keripik kentang dan segelas jus jeruk menuju sofa dengan TV yang ada beberapa langkah di depannya.

Menjengkelkan, bukan?

Mana ada gadis yang bersikap begitu pada seorang CEO tampan dan kaya raya bernama Oh Sehun. Kecuali gadis itu, gadis lain pasti akan berusaha untuk bersikap sangat manis di hadapan Sehun.

Ya, gadis itu pengecualian yang sangat langka.

Gadis itu bernama Alexa. Alexa Kim. Terdengar aneh untuk nama orang Korea, bukan? Sebenarnya gadis bar-bar ini keturunan Amerika-Korea. Ia sudah menghabiskan dua puluh tiga tahun hidupnya untuk tinggal di Negeri Paman Sam itu. Karena perceraian orang tuanya, Alexa dan ibunya pindah ke Korea beberapa bulan yang lalu. Mereka pindah ke apartemen yang berada tepat di sebelah apartemen Sehun.  Oh ya,  jangan terkejut. Tapi gadis itu sudah dijodohkan dengan Sehun. Hanya tinggal menunggu waktu bagi mereka untuk mengucapkan janji suci di dalam gereja dengan balutan pakaian pengantin yang bisa dipastikan akan mewah dan mempesona.

“Alexa, kau yang seharusnya memperbaiki sikapmu. Aku tak habis pikir dengan sikapmu ini,” ucap Sehun sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan. Ia lalu duduk tepat di samping Alexa.

“Lalu aku harus bagaimana? Haruskah aku bilang ‘Annyeonghasaeyo, Sehun-ssi. Apa kabarmu? Maaf mengganggu. Bolehkah aku berkunjung ke apartemenmu? Apa kau ada waktu luang? Bla bla bla’. Itu terlalu merepotkan Sehun. Kau tahu ‘kan budaya Korea dan Amerika benar-benar berbeda? Aku baru beberapa bulan di sini. Jadi kau harus memaklumi sikapku ini. Lagipula kau juga tidak pernah bersikap sopan kepadaku.”

“Bukankah sikapku sudah cukup sopan untukmu?”

“Kau benar, bagiku kau cukup sopan. Kau menuruti semua perintahku,” jawab Alexa lalu tertawa.

Sehun mendesis kesal. Sepertinya, Sehun harus menyeret Alexa untuk belajar bagaimana pentingnya sopan santun dengan orang lain, terutama lelaki yang menjadi calon suaminya. “Ada apa kau ke sini?” tanya Sehun akhirnya. Ia bertanya karena Alexa biasanya hanya datang untuk sekedar mengajaknya makan malam bersama ibunya. Ya walaupun, itu juga karena paksaan ibunya agar Sehun dan Alexa menjadi dekat mengingat kedua anak manusia ini tak ubahnya seperti minyak dan air.

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya bosan ditinggal ibuku yang sibuk dengan restorannya. Apartemen itu sekarang bagaikan penjara untukku,” jawab Alexa sibuk mengganti-ganti channel TV yang ada di hadapannya sembari memakan keripik kentang tanpa berniat menawari Sehun yang jelas-jelas adalah tuan rumahnya.

Sehun tersenyum miring. “Tidak usah berbohong, aku tahu kau sedang mencoba mendekatiku. Kau mulai tertarik padaku kan? Aku tahu kau tidak akan menolak pesonaku.”

“Pesona apanya? Kau membuatku ingin muntah,” dusta Alexa.  Sebenarnya Alexa benar-benar telah jatuh dalam pesona Oh Sehun. Tapi, ia terlalu memikirkan harga dirinya. Ya, harga diri! Baginya, apabila seorang perempuan menyatakan perasaannya lebih dulu kepada seorang laki-laki, maka perempuan itu telah menjatuhkan harga dirinya. Ck, itu hal yang memalukan baginya. Dia itu gadis yang terlalu menjunjung tinggi harga dirinya.

Lagipula, ia tidak perlu khawatir jika Sehun akan direbut gadis lain. Sehun, ‘kan, sudah dijodohkan dengannya. Dengan kata lain, Sehun itu calon suaminya. Ia tinggal menunggu saat-saat dimana Sehun telah jatuh ke dalam pesonanya. Yap, pasti akan datang. Cepat atau lambat. Alexa yakin akan hal itu hingga ia merasa sangat percaya diri dengan semua yang ada di hadapannya.

Geotjimal.”

Alexa hanya mendecih menanggapi ucapan Sehun. Ia lalu memfokuskan dirinya untuk mengikuti alur cerita dari sebuah drama Korea dan menikmati jus jeruknya yang menyegarkan. Hal ini lebih baik dari pada harus terus berdebat dengan Sehun. Tapi, bagaimana ia bisa fokus sekarang jika Sehun terus menatapnya dengan intens. Ia bahkan melihat Sehun tersenyum melalui sudut matanya. Sehun tidak berbicara apapun dan hanya melihatnya.

Ya, Oh Sehun! Stop staring at­―”

“Kau mau jalan-jalan?” potong Sehun.

“Jalan-jalan?” Alexa memandang Sehun dengan bingung. Sehun tadi hanya diam dan sekarang Sehun tiba-tiba mengajaknya jalan-jalan. Sehun memang tipe manusia yang sulit ditebak. Ah, bukan. Mungkin lebih tepatnya tipe manusia yang aneh.

“Ya. Jika kau mau kita bisa ubah namanya menjadi date.

“Sekarang siapa yang sedang mendekatiku, huh? Kau yang sebenarnya tidak dapat menolak pesonaku, bukan aku,” ucap Alexa dengan nada bangga. Tangannya terlipat di depan dada.

Sehun tersenyum mendengar ucapan Alexa. Ia mendekatkan wajahnya ke hadapan Alexa dan berkata dengan nada yang terlampau lembut, “Ya, aku telah jatuh ke dalam pesonamu, Alexa.”

Alexa terdiam. Ia dapat merasakan pipinya memanas dan mungkin mulai menampakkan warna kemerahan. Jantungnya berdebar-debar. Kupu-kupu berterbangan di perutnya. Benar-benar memabukkan.

“Cepatlah bersiap. Aku akan menjemputmu setengah jam lagi. Dandan yang cantik, oke?” ucap Sehun sambil mengacak pelan rambut Alexa. Ia lalu pergi meninggalkan Alexa dan masuk ke dalam kamarnya.

Alexa cepat-cepat bangkit dari duduknya, dan berlari masuk ke dalam apartemennya. Dan, baiklah.. dasar gadis tidak tahu malu. Dia membiarkan bungkus keripik kentang dan jus jeruknya di meja begitu saja. Ia harus cepat bersiap-siap. Sehun akan menjemputnya setengah jam lagi dan itu lebih penting daripada membereskan makanannya. Oh, bukan. Itu makanan Sehun yang Alexa ambil. Semua barang Sehun adalah barangnya karena mereka adalah calon keluarga bahagia. Setidaknya itulah yang ada di dalam pikiran Alexa.

“Tidak bisakah ia memberi waktu lebih lama? Setengah jam tidak akan cukup! Aku harus mulai dari mana?! Baju? Ya, aku harus memilih baju dulu. Apa yang harus aku pakai? Dress with high heels?”

Alexa berkomat-kamit sambil sibuk membongkar isi lemarinya. Sesekali matanya melirik ke arah jam untuk mengecek berapa lama lagi waktu yang tersisa untuknya.

Tch, lelaki menyebalkan.”

Setelah Alexa sedikit merapikan rambutnya, ia menyambar tas yang ia gantung lalu keluar kamar dan berjalan menuruni tangga dengan terburu-buru. Seakan-akan jika ia terlambat satu detik pun, Sehun akan menghukumnya habis-habisan.

“Kau telat lima belas menit dari perjanjian,” ucap Sehun yang sedang duduk di sofa dengan kaki yang terlipat. Badannya bersender ke badan sofa. Ekspresi datarnya seperti menunjukkan bahwa dia tidak suka dengan keterlambatan Alexa. Just like a boss.

“Ahaha, sorry,” ucap Alexa sambil mengusap tengkuknya canggung, dengan tawa yang dipaksakan.

Alexa tidak terkejut dengan kehadiran Sehun. Sehun sudah sangat sering keluar-masuk apartemennya. Dan satu hal lagi, Sehun adalah salah satu di antara sekian banyak  manusia yang sangat menghargai waktu dan tak menyukai apapun itu yang namanya keterlambatan. Apapun alasannya. Ck, apa bekerja sebagai orang penting dalam suatu perusahaan membuatnya seperti ini? Kalau begitu, kasihan sekali Sehun. Ia masih muda tapi sudah seperti om-om direktur.

“Kau sudah membiarkan seorang laki-laki yang sangat tampan sepetiku ini menunggu terlalu lama. Kau harus mengubah sikapmu itu, Alexa Kim,” ucap Sehun sementara Alexa hanya menundukkan kepalanya. Ia sadar Sehun sedang balas dendam. Dan acara balas dendam Sehun terdengar lebih menyakitkan dari apa yang sudah ia lakukan sebelumnya pada lelaki itu.

Alexa dapat merasakan Sehun berjalan mendekat ke arahnya. Sehun lalu menggenggam tangan kanannya, sedangkan tangan Sehun yang lain mengangkat dagu Alexa agar menatap tepat di matanya. Sehun tersenyum, “Tapi, tidak apa jika aku menunggu selama mungkin, asalkan aku bisa mendapatkan seorang gadis cantik sepertimu.”

Oh, yeah! Sehun kembali berhasil membuat Alexa mengeluarkan semburat merah di pipinya. Ini alasannya kenapa Alexa dapat jatuh kedalam pesona Sehun. Sehun selalu bersikap seolah-olah mereka adalah sepasang kekasih.

Sehun memang sering memuji Alexa, memanggilnya dengan panggilan sayang, bersikap manis seolah-olah Alexa itu adalah gadis kecilnya, tapi ia tidak pernah mengucapkan kata seperti ‘cinta’ atau sejenisnya. Kadang-kadang, Alexa bimbang Sehun memang menyukainya atau tidak. Semua butuh kepastian, ‘kan?

Yang pasti, apapun yang terjadi, Alexa akan membuat Sehun mengucapkan kata ‘cinta’ padanya. Dan saat itu terjadi, ia juga akan mengucapkan kata ‘cinta’ kepada Sehun. Yah, semacam simbiosis mutualisme.

 

To be Continued

 

Yuhuuu~

Gimana chapter 1 nya?

Semoga kalian suka  ❤

See you next week!

 

23 respons untuk ‘[Autumn: Lady of the Night] Chapter 1

  1. Gilaaaa ceritany mantep ajep. Untuk skrg kris belum muncul, ok akan jadi apa kris nanti diantara 2 org ini, apakah terlibat cinta segitiga.
    Sehuunn PD amat kamu ngomong ke alexa rayu2an. Tapi kasihan alexa ga’pasti sehun ngerayu entah dmen ato gak, klo lexa ny sih tentu udah demen dan ngarep sehun demen balik.
    Aaahhh ya sudahlah biar wkt yg jawab

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s