[Luhan’s Birthday] 27th Spring – Andelluhan

 images (1)

27th Spring

 

Andelluhan©2016 || Vanilla Caramello

Luhan & Bethany Lee (OC)

Comfort || General || Ficlet

 

 

( To Sehun’s lovely couple-bestfriend, Mr. Lu, Happy Birthday!<3 )

 

 

Also read :

[Sehun’s Birthday] Sympathy of Gravity

“Dan ia hanya mampu mengambil kembali harapan yang terlupakan di ujung sana.”

….

 

BIARKAN Luhan sendiri bersama suara mesin kereta api yang membawanya menjauh dari bayang-bayang, begitu jelas untuk ditafsirkan. Duduk sendirian di samping jendela, Luhan menghembuskan nafasnya. Awan kelabu juga seakan ingin menangis. Tak lebih mengenaskan dibanding hatinya yang luka akan suatu hal tentang jatuh cinta. Benar kata Sehun, jatuh cinta memang sekejam itu. Dan hati seorang gadis? Para pemuda memiliki kekuatan terbatas untuk membalikkannya.

Ya, benar. Dan Luhan menyesal tidak mempercayainya.

Walau Luhan kembali, Bethany akan tetap berada dalam dataran yang berbeda dengannya. Meskipun ia mencari beribu cara lain, ia cukup waras untuk menyadari bahwa ada lembah pemisah di antara mereka yang tak mungkin ia lewati. Hati Luhan seakan tertohok ujung meja kayu yang tajam ketika tahu bahwasanya pengorbanannya selama ini hanya diberi penghargaan berupa gelar sebagai seorang teman yang paling baik.

“Akhirnya kita lulus! Oppa, terimakasih sudah membantuku mengerjakan tugasku selama ini. Apalagi tentang skripsi. Oppa memang teman yang paling baik!”

“Hei, Beth. Berhenti memelukku sebelum aku kehabisan nafas.

“Ini pelukan perpisahan. Besok oppa akan pulang ke Beijing dan aku pasti tak memiliki teman seperti oppa lagi. Hiks.”

Luhan menemukan bahwa ia hanya menumpang untuk disuap pil pahit di Seoul. Menyesalkah ia telah memilih Seoul sebagai kota kedua yang menjadi rumahnya? Tiga tahun yang lalu ia datang ke kota itu sendirian dan sekarang ia meninggalkan kota itu sendirian pula. Tentu dengan keadaan yang lebih parah. Sesak. Seakan paru-paru Luhan tak mengerti lagi bagaimana caranya bekerja untuk mengumpulkan oksigen.

Menatap jendela kereta yang jernih, ada bayang serta khayalan yang menjadi satu di sana. Tapi, bahkan dengan semua yang telah terjadi, Luhan dengan senang hati mengatakan bahwa ia amat-sangat senang mereka berdua telah bertemu. Hanya hati resah yang ia punya kali ini, ia berniat menjauh perlahan dari Bethany. Sebuah keputusan rumit, karena ia sendiri tak yakin dengan hal itu.

“Kenapa tidak tinggal di Seoul saja? Aku yakin oppa akan mendapat pekerjaan yang bagus mengingat oppa adalah pemuda yang jenius dan aku yakin oppa akan menjadi lulusan terbaik Universitas Nasional Seoul tahun ini.”

“Tak apa, aku harus kembali kepada asalku. Aku memiliki perusahaan keluarga yang harus kujalani.”

“Ah, menyebalkan sekali. Kalau begini, kita harus lebih sering menghabiskan waktu bersama. Bagaimana kalau hari ini kita pergi karaoke?

“T-tidak perlu, Beth.”

“Kenapa? Oppa tidak suka menghabiskan waktu denganku, ya?”

“Bukan begitu. Hanya saja, aku perlu fokus untuk beberapa hal sebelum wisuda nanti.”

Senja ini bagaikan kertas putih yang kosong, halus tanpa cerita sedikitpun. Haruskan Luhan memulai semuanya dari awal? Untungnya Luhan masih bisa melihat sebuah mimpi. Setidaknya setelah kisah kelabu cinta yang kejam ini berakhir. Pada siapa ia harus mengadu sementara langit kelabu yang ditatapnya hanya diam seolah menghina habis-habisan apa yang telah terjadi padanya?

Kini, Luhan hanyalah sebuah kesedihan tak berperi, untuk tak ada lagi yang mencarinya. Tak peduli dengan dirinya yang teegelincir dalam lembah, bahkan ia masih menyukai gadis itu. Meskipun demikian, perlu hal yang lebih besar bagi seorang Luhan untuk menghapus perasaannya. Kemana dunia indah yang telah disuratkan alam semesta? Ada kemungkinan dirinya tersesat di hutan dalam hatinya seorang sendiri.

“Luhan oppa!

“Beth?

“Happy birthday for you! Aku membuatkan kue ini khusus untukmu, sebelum kau pulang ke Beijing. Oh ya, Yifan juga membantuku, ngomong-ngomong. Kami habis pesan undangan pernikahan. Terimakasih sudah men-design-nya untuk kami. Itu benar-benar bagus, oppa!”

Lihat? Matahari semakin turun dengan ekornya yang menyapu kota seolah dunia adalah jingga. Untuk apa semua ucapan membahagiakan dari teman-temannya hari ini jika nyatanya ia mendapat kado pahit di hari ulangtahunnya? Namun hari esok akan berbeda dengan hari ini. Bahkan ia tahu bahwa akan selalu terasa sepi setelahnya. Cinta kecilnya berbelok arah. Dan ia hanya mampu mengambil kembali harapan yang terlupakan di ujung sana.

“Dua bulan lagi, jangan lupa datang ke pernikahan kami. Nanti kami akan kontak oppa kapan tanggal dan tempatnya, ya?

“Kabari saja. A-aku pasti akan datang. Pasti.”

Luhan yang kini hanya dikuasai oleh emosinya sendirian dan kisah desiran hati Bethany yang mengingat kembali bahwa pernah ada masa Luhan menyukai gadis itu, lalu terluka, di musim semi ke dua puluh tujuh hidupnya.

F I N

 

 

ANDELL’s NOTE :

Saeng-il chukahamnida, Luhan oppa! >.< Acieehh 27 tahun (LUHAN UDAH RENTA BERUMUR, UDAH DEWASA)

HARUSKAH IA SEGERA NAIK KE PELAMINAN?!! OH LORD DEMI APAPUN!!

Dan maafkan diriku yang telah buat oppa kalian mengenaskan di sini, berbanding terbalik dengan Sehun di birthday-nya kemarin :’) Tapi percayalah itu semua Andell lakukan karena rasa cinta Andell yang besar pada oppa tampan nan cantik yang satu ini :’)

Oke sekian dariku! Wussh~

P.s: Entah kenapa daku sangat ingin memanggil Luhan dengan sebutan om >.< Dan daku penasaran dengan wujud tantenya kek gimana :v APAKAH ANDA BERNIAT MENJADI TANTE LU? KALAU BEGITU MARI DAFTAR BARENGAN XD Karena btw kupikir udah waktunya juga Lu punya keluarga kecil dan suatu saat dipanggil Appa, bukan Oppa lagi :’) #Kenapajadisedih

Btw, Lu, Andell padamu~ Semoga Andell cepat di halalkan olehmu :’) *ilang ditendang readers*

3 respons untuk ‘[Luhan’s Birthday] 27th Spring – Andelluhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s